• Puisi
  • TV Online
  • Radio online
  • Live score Bola
  • Film
  • Games
  • Tukar Link
  •  joyodrono
    Diberdayakan oleh Blogger.
    Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
    Desah ke Galauan

    Desah ke Galauan


    Apakah desah itu masih setia mengiring harimu?
    Di antara debar jantung yang merindukanmu
    Aku memilin seraut wajah yang menghantui malam-malamku
    Kuingin engkau ada dalam keputusasaanku
    Menantimu hingga kaki-kaki tak mampu lagi berjalan

    Seandainya desah itu masih bisa kucium di sudut malam ini
    Akan kukatakan pada awan hitam
    Aku ingin menyapamu meski hanya lewat semilir angin
    Tak kuasa sudah aku ingin rebah di lapang hatimu
    Dan menangis di ujung matamu

    Langit mengatup.
    Dicumbu mendung dan gerimis yang turun tiada henti
    Aku lelap dalam tidur tanpa mimpi
    Terlalu banyak kenangan yang kita jalani
    Hingga malamku pun terlewati tanpa angan dan khayal lagi

    Setiap gerakmu adalah catatan dan cerita yang tak lekang oleh masa
    Kemarin kita bersatu, hari ini seribu keindahan terbenam dalam memori hati
    Tergurat di setiap detak jam yang mengiring detak jantung
    Sedang apa engkau, matahariku?

    Hening terpuruk terikat bayangmu
    Membatu dalam benak tak mau pergi
    Mengapa selalu ada bayangmu mengasah tajam
    Di tepi damba yang berarak menuju hatiku

    Bersimbah keindahan yang melukis birunya sinar matamu
    Berpeluh cinta yang mempesonakan bagai sepotong senja
    Detik ini, aku memeluk hening, untuk dirimu…

    Perjuangannku selama ini sia-sia
    Pengorbananku tiada kau rasa
    Dengan secepat itu kau berbelok arah
    Dan secepat itu kau binasakan,hati yang selalu memujamu

    Setelah melintasi waktu bersimbah pesonamu
    Kini semua terasa tiada
    Makna yang terendap lama
    Dan mendekam dalam gugusan matahari
    Tak lagi bisa kuraba
    Semua seperti kembali kosong

    Harapanku akanmu,
    Seperti menemui titik penghabisannya
    Apa gerangan yang terjadi?
    Andai saja kau ingat ucapanmu semua
    Ini tidak akan terjadi....


    Vokal : Admin
    Music :Dream by Gus tedja
    Tabanan 13 Desember 2012 / 13:38 wita
    Untuk Anakku yang meragukanku

    Untuk Anakku yang meragukanku



    Sayang….
    Sungguh berat hati ini
    Untuk pergi dan jauh dari kalian
    Kaki seperti terbelenggu rantai Neraka

    Butiran senyummu
    Semakin menusuk jantung
    Menghancurkan iga-igaku
    Hingga berkeping-keping

    Sayang…..
    Di seberang samudera itu
    Aku harus mengais jalan hidup
    Aku harus rela berteman kepedihan

    Setiap malam menjelang tidur
    Mata ini lebam dan berair
    Aku tak mampu
    Tapi aku harus mampu

    Kenapa ?...
    Kamu tidak terima ini ?
    Atau bahkan beranggapan,
    Aku bukan sosok Ayah yang baik?

    Tidaaaaaaaaak ……!
    Aku tidak seperti itu…!
    Kamu belum mengerti banyak
    Persoalan kehidupan yang kejam

    Sayang…..
    Kalimat ini Bukan keputus asa-an
    Tapi Perjuangan hidup
    Yang harus kalian mengerti

    Aku rindu….
    Tetesan air liurmu
    Basahi Dada dan hatiku
    Juga Sirami hembus nafasku

    Music by : Putri cening Ayu - Gus Tedja
    ( Cepaka – Kediri – Tabanan – Bali : 07/12/2012)
    Yang ingat dan yang Lupa

    Yang ingat dan yang Lupa



    Aku tidaklah mengerti
    Tempo dulu aku memang tahu
    Satu,dua,tentangmu.

    Aku pernah simpati
    Dan aku merasakan itu
    Waktu kamu bertanya
    Apakah Aku masih sendiri ?,

    Pada saat itu…
    Aku tidak menjawab
    Aku merasa aneh,namun
    Yang jelas hatiku bergetar

    Bohong dan jujur
    Tarik menarik di otakku
    Seperti anjing dan kucing
    Saling mengejek

    Hampir Dua windu…
    Terpotong dan lupa
    Aku,Kamu,dan mereka
    Tidak lagi ada berita

    Siapa kamu ?....
    Kamu masih mengenalku
    Sedangku tidak mengenalmu

    Kau tunjukkan Morse
    Lirih menyanyikan lagu
    Untuk meyakinkanku

    Sekali lagi …
    Hatiku bergetar
    Aku kenal lagu itu
    Karena dulu ku sering nyanyikannya


    Music by : Harmoni pagi - Gus Tedja
    (Selingsing cell-Cepaka - Tabanan:06/12/2012)
    Sajak Seorang Tua Untuk Isterinya

    Sajak Seorang Tua Untuk Isterinya

    Sajak Seorang Tua Untuk Isterinya
    Oleh : W.S. Rendra
    music : Gus tedja


    Aku tulis sajak ini
    untuk menghibur hatimu
    Sementara kau kenangkan encokmu
    kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
    Dan juga masa depan kita
    yang hampir rampung
    dan dengan lega akan kita lunaskan.

    Kita tidaklah sendiri
    dan terasing dengan nasib kita
    Kerna soalnya adalah hukum sejarah kehidupan.
    Suka duka kita bukanlah istimewa
    kerna setiap orang mengalaminya.

    Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
    Hidup adalah untuk mengolah hidup
    bekerja membalik tanah
    memasuki rahasia langit dan samodra,
    serta mencipta dan mengukir dunia.
    Kita menyandang tugas,
    kerna tugas adalah tugas.
    Bukannya demi sorga atau neraka.
    Tetapi demi kehormatan seorang manusia.

    Kerna sesungguhnyalah kita bukan debu
    meski kita telah reyot, tua renta dan kelabu.
    Kita adalah kepribadian
    dan harga kita adalah kehormatan kita.
    Tolehlah lagi ke belakang
    ke masa silam yang tak seorangpun kuasa menghapusnya.

    Lihatlah betapa tahun-tahun kita penuh warna.
    Sembilan puluh tahun yang dibelai napas kita.
    Sembilan puluh tahun yang selalu bangkit
    melewatkan tahun-tahun lama yang porak poranda.
    Dan kenangkanlah pula
    bagaimana kita dahulu tersenyum senantiasa
    menghadapi langit dan bumi, dan juga nasib kita.

    Kita tersenyum bukanlah kerna bersandiwara.
    Bukan kerna senyuman adalah suatu kedok.
    Tetapi kerna senyuman adalah suatu sikap.
    Sikap kita untuk Tuhan, manusia sesama,
    nasib, dan kehidupan.

    Lihatlah! Sembilan puluh tahun penuh warna
    Kenangkanlah bahwa kita telah selalu menolak menjadi koma.
    Kita menjadi goyah dan bongkok
    kerna usia nampaknya lebih kuat dari kita
    tetapi bukan kerna kita telah terkalahkan.

    Aku tulis sajak ini
    untuk menghibur hatimu
    Sementara kaukenangkan encokmu
    kenangkanlah pula
    bahwa kita ditantang seratus dewa.

    WS. Rendra, Sajak-sajak sepatu tua,1972
    Aku dan kekosongan

    Aku dan kekosongan



    Sesaat pada malam
    Kutatap penuh hikmat
    Selaksa meteor sesekali jatuh
    Hilang dan pecah di sana

    Di atas ada ketenangan
    Damailah engkau
    Bersama mereka
    Sementara aku masih berjuang

    Setengah jalan terlewati
    Dinastimu masih berlanjut
    Mencari dan terus mencari
    Makna kehidupan

    Aku dan mereka
    Gagal atau tak mampu
    Itupun aku tidak tahu
    Sementara kulit
    Mulai mengelupas dan mengering

    Namun jalan itu
    Masih juga belum terang
    Tersandung,terjungkal
    Selalu saja begitu


    By : Juanxcriex / Tabanan-20 nov 2012

    On Facebook

    Pengikut

    On Twitter

    News Google