• Puisi
  • TV Online
  • Radio online
  • Live score Bola
  • Film
  • Games
  • Tukar Link
  •  joyodrono
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Bom kembali mencoreng Indonesia

    Bom kembali mencoreng Indonesia
    Apapun dalih dan alasannya Bom bunuh diri adalah tindakan terkutuk.
    segala sesuatu yang berurusan membinasakan nyawa orang tetap dilarang oleh Agama apapun.
    lantas kenapa Indonesia selalu di aduk-aduk bangsa sendiri dengan perbuatan Bom bunuh diri?
    mari kita baca bersama peristiwa Bom bunuh diri di Kepunton-solo-jawa tengah.

    Sesaat setelah Bom terjadi

    Kepolisian Negara RI masih melakukan identifikasi jasad pelaku bom bunuh diri Solo di
    Rumah Sakit Polri Dokter Sukanto, Kramat Jati, Jakarta, Senin. Polisi melaksanakan identifikasi
    terhadap jasad tersebut guna mengetahui secara pasti identitas pelaku bom bunuh diri di
    Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Jalan Arif Rahman Hakim Nomor 49, Solo, Jawa Tengah,
    pada Ahad (25/9) sekitar pukul 10.55 WIB itu.korban yang ditenggarai sebagai pelaku itu adalah
    Ahmad Yosefa Hayat alias Hayat alias Ahmad Abu Daud yang masuk dalam
    daftar pencarian orang (DPO) bom bunuh diri Cirebon bulan 4 lalu,sedangkan temannya Muhammad syarif
    tewas pada saat kejadian.Polisi masih mengumpulkan informasi terkait pelaku bom Solo.
    Dari keterangan saksi diperoleh informasi bahwa sebelum ledakan terjadi, ada seorang pria yang
    menanyakan lokasi gereja."Dia datangnya dari wilayah Jawa Barat, menumpang kereta. Kemudian
    sempat menanyakan dimana gereja terdekat. Kemudian dimana warnet terdekat dengan Kepunton itu," ujar
    KaroPenmas Brigjen Pol Ketut Untung Yoga Ana, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/9/2011).
    Yoga menjelaskan, dari empat saksi yang diperiksa pria tersebut sudah di lokasi namun belum
    dapat dipastikan apakah pria tersebut adalah pelaku ledakan bom."Dari hari Sabtu itu yang jelas.
    Sebelumnya nanti akan dikembangkan. Sejak Sabtu itu sudah menanyakan gereja dan warnet terdekat," terangnya."Itu beberapa hal. Segala masukan yang dinilai masyarakat yang belum tercover oleh Kepolisian ya disampaikan. Dan memberikan ruang gerak dan waktu yang cukup juga," katanya lagi.


    Dugaan semakin Kuat

    Rina Ristiningsih atau biasa dipanggil Arin, petugas warnet Solonet,
    yakin pria yang ia temui sesaat sebelum peristiwa bom bunuh diri di
    GBIS Kepunton adalah Ahmad Yosepa Hayat, si pelaku bom yang tewas mengenaskan.
    Ia benar-benar yakin setelah melihat foto pelaku saat masih hidup yang dikeluarkan
    oleh Mabes Polri.Beberapa saat sebelum melakukan aksi bom bunuh diri, Ahmad Yosepa Hayat sempat
    mampir di warnet yang terletak di Jalan Arifin nomor 129 itu.
    Di warnet yang terletak sekitar 150 meter dari lokasi GBIS Kepunton itu,
    pelaku sempat mengakses situs jihad. “Saya yakin kalau orang yang datang ke warnet kemarin ya orang ini.
    Saya hafal betul dari matanya,” kata mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)
    ini saat diperlihatkan foto pelaku semasa masih hidup, Senin (26/9/2011).
    Menurut mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) ini, ia bisa mengingat
    mata si pelaku karena saat berkunjung ke warnetnya Minggu (25/9),
    sekitar pukul 08.30, menunjukkan raut wajah bingung sambil mondar-mandir di depannya.
    Bahkan saat itu, ia sempat mengobrol karena si pelaku menitipkan tas padanya.
    “Kalau melihat gambar ini, yang paling saya ingat matanya. Saya yakin itu dia,” katanya lagi
    Jejak Ahmad Yosepa alias Hayat, terduga bom di gereja GBIS Kepunton Solo, terus ditelusuri di Cirebon.Diketahui, dia terakhir pulang mengunjungi neneknya sebelum bulan Ramadan kemarin.


    Bom kembali mencoreng Indonesia
    Keluarga Ahmad Yosepa

    Nenek Yosepa yang bernama Masriah, tinggal di Desa Astanalanggar, Losari, Kabupaten Cirebon.
    Saat wartawan berkunjung ke rumah berukuran sekitar 70 meter persegi itu, tidak ada siapapun.
    Padahal rumah tidak dikunci.Para tetangga menyebutkan Masriah mungkin sedang pergi. Namun mereka tidak tahu kemana
    perginya Masriah.Yuli (46) tetangga Masriah, mengenal Yosepa. Menurut dia, terakhir kali pria yang
    dipanggil Hayat itu pulang sebelum bulan Ramadan lalu.
    "Sebelum puasa saja, ke rumah Masriah neneknya," ujar Yuli, Senin (26/9/2011).
    Yuli menambahkan, Hayat atau yang dikenal dengan nama Ahmad itu, sebelum itu
    beberapa kali ke rumah Masriah. Namun, dia datang malam hari.
    "Tapi tidak lama terus pergi lagi," tambah Yuli.
    Sementara itu, Ika teman sekolah Ahmad Yosepa, mengaku tidak menyangka jika Hayat
    adalah pelaku pemboman GBIS Kepunton Solo. "Ya tidak menyangka, orangnya kan sopan,
    dan tidak macam-macam," kata Ika, yang mendengar kabar soal teman kecilnya ini dari televisi.
    Ahmad Yosepa, menghabiskan masa kecilnya di Desa Astanalanggar, Kec Losari, Kab Cirebon.
    Setelah lulus dari SD Astanalanggar I, keluarganya pindah ke Pandesan, Kota Cirebon.

    Bom kembali mencoreng Indonesia

    Achmad Yosepa Hayat alias Hayat alias Raharjo alias Achmad Abu Daud bin Daud,pada masa kecilnya dikenal sebagai anak yang pendiam dan pintar.Yakni  pada saat dia duduk di SD 1 Astanalanggar, yang ada di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.
    Menurut pengakuan kakak kelas di tingkat SD, Ika, Hayat atau kerap disapa Achmad
    yang tinggal di rumah neneknya, adalah anak yang tidak pernah usil.
    Hayat lebih banyak diam dan bahkan  pemalu."Dulu anaknya itu pendiam dan dikenal cukup pintar.
    Saya sudah lama tidak bertemu, dan terkejut ketika melihat dia menjadi buronan polisi setelah
    adanya peristiwa bom bunuh diri di masjid di Mapolres Cirebon Kota," ujar perempuan berkulit
    putih ini saat ditemui di depan rumahnya.Dia menambahkan, Hayat sempat menghabiskan masa kecilnya
    di rumah neneknya, di RT 01/02, Desa Astanalanggar, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.
    Namun, pada kelas VI SD, Hayat pindah bersama kedua orang tuanya ke Cirebon.

    Pendapat PDIP

    Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah gagal menjalankan konstitusi menyusul
    peristiwa bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Solo, Jawa Tengah kemarin.
    "Bom bunuh diri terhadap tempat ibadah adalah bukti adanya masalah mendasar dimana perintah
    konstitusi khususnya pasal 29 tidak dapat dilaksanakan oleh negara," ujar Tjahjo lewat pesan
    singkatnya kepada okezone, Senin (26/9/2011).Dengan gagalnya pelaksanaan konstitusi itu menurut
    Tjahyo otomatis pemerintah juga akan gagal melindungi warga negaranya untuk menjalankan ibadahnya
    sesuai dengan agama dan kepercayaanya. Padahal pemerintah memilik kewajiban untuk melindungi segenap
    bangsa Indonesia apapun suku, agama dan status sosialnya."PDI Perjuangan mengutuk keras setiap
    tindakan kekerasan mengatasnamakan agama, lebih-lebih bom bunuh diri terhadap tempat ibadah," tegasnya.

    Pendapat Partai Demokrat

    Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengutuk keras bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil
    Sepenuh (GBIS)
    Kepunton Solo, Jawa Tengah, Minggu kemarin.“Disesalkan dalam situasi seperti ini
    masih ada bom terlebih itu dilakukan di gereja. Ini adalah perbuatan yang terkutuk.
    Kami berharap aparat keamanan harus kerja keras untuk menyelesaikan kasus-kasus ini,”
    ujar Anas saat pembukaan seleksi nasional Tunas Garuda di Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (26/9/2011).
    Dia mendesak agar kasus teror ditangani harus sampai ke akar-akarnya.
    “Tidak hanya diselediki kejadiannya saja, tapi diselediki sampai ke jaringannya,” tegas
    mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.Menurutnya persoalan terorisme tetap
    akan ada jika akarnya, yakni permasalahan kemiskinan, belum ditangani secara maksimal.
    “Radikalisme ini bersumber pada kemiskinan. Pemerintah itu butuh kondisi yang stabil
    untuk berkonsentrasi dan bekerja keras mengatasi kemiskinan agar lahan radikalisme
    semakin berkurang. Karena itu, kita harus mendukung kinerja pemerintah untuk bekerja keras
    dan berkonsentrasi mengatasi kemiskinan,” jelasnya.


    Sepertinya pendapat dari Partai Demokrat sangat tepat.karena apapun resikonya bagi orang
    yang berpikiran buntu karena terhimpit ekonomi dia akan melakukan apapun demi menutupi
    kebutuhannya,apalagi dengan sebuah jaminan yang membuat pelaku rela mengorbankan nyawanya.

    Allahu allam.Hanya Tuhan Yang tahu.


    Di tulis Oleh :


    Translate to : by

    postingan ini berkategori ARTIKEL dengan judul Bom kembali mencoreng Indonesia . Jangan lupa menyertakan URL http://joyodrono-cahmabung.blogspot.com/2011/09/bom-kembali-mencoreng-indonesia.html . Jika ingin memposting ulang . Terima kasih!

    Belum ada komentar untuk " Bom kembali mencoreng Indonesia "

    On Facebook

    Pengikut

    On Twitter

    News Google