• Puisi
  • TV Online
  • Radio online
  • Live score Bola
  • Film
  • Games
  • Tukar Link
  •  joyodrono
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Manusia dan Keabadian

    Manusia dan Keabadian

    Memahami keabadian adalah sama seperti, memindahkan lautan ke dalam gelas, adalah mustahil bagi pikiran manusia yang terbatas untuk memahami keabadian. Namun demikian, meskipun ia tidak memahami keabadian, ia dapat tahu bahwa itu ada. Memahami satu hal, sementara percaya dan mengetahui dari sisi yang lain.mari kita bahas secara transparan tentang keabadian.

    Manusia terbatas dalam semua aspek. Ada awal hidupnya. Sebagai permulaan bahwa kehidupan ini akan berakhir juga. Seperti yang Anda lihat, manusia hanya dapat melaksanakan pekerjaan yang terbatas dalam hidupnya yang singkat, yang memiliki awal dan akhir. Matanya dapat mendeteksi 2,5% dari semua yang ada di dunia ini. Telinganya hanya bisa mendengar dari bagian frekuensi tertentu saja .

    Kebenaran yang dapat dilihat dalam dunia materi ini efektif dalam dunia spiritual juga. Pikiran manusia tidak dapat memahami semuanya. Bahkan, ada awal dari proses belajarnya. Pengetahuan mengenai spiritual ini sangatlah luas tiada batas, seperti kehidupan.
    Titik awal dari pikiran manusia yang cacat adalah mereka yang tidak bisa memahami dirinya sendiri. Bagaimana berani pikiran manusia yang terbatas dapat mencoba untuk memahami keabadian tanpa memahami dirinya sendiri? Seorang manusia, yang tahu bahwa angka tiga adalah angka lebih kecil dari empat, pasti tahu bahwa jika ia mengurangi empat dari tiga, dia akan mendapatkan nomor negatif. Meskipun ia tahu bahwa ini adalah fakta, jika dia masih bersikeras untuk masuk ke dalam pikiran keabadian, itu berarti bahwa ia telah menerima hasil negatif di awal atau salah pengertian tentang keabadian yang sebenarnya.

    Manusia tidak bisa memahami keabadian, tapi tahu itu. Dan ini merupakan rahmat ilahi untuk umat manusia. Bagaimana bisa kita percaya kepada Allah Swt, yang memiliki jumlah tak terbatas kekuasaanya, sebaliknya? Manusia telah diberi kesempatan untuk membuat perbandingan, untuk mengekspresikan pendapat, dan Allah telah memberikan kekuatan untuk membuat penilaian pada pikiran manusia.Manusia tidak akan bisa mencari dan menelusuri keabadian.

    Marilah kita mengajukan pertanyaan berikut kepada diri kita sendiri:
    ·         Apakah kekekalan itu bisa kita mengerti,bagaimana mengatur gravitasi bumi, tata surya yang menggantung di angkasa, semangat, pikiran, imajinasi, dan daya ingat kita?
    ·         Dapatkah Anda menjelaskan proses dari bunga menjadi buah?
    ·         Kenapa telur menjadi seekor burung terbang?
    ·         Bagaimana air mani bisa berjalan, menangis, mendengar setelah sembilan bulan?

    Secara pembelajaran umum biologi dan fisika mungkin bisa menjelaskan ini.Tetapi Hal-hal yang tak terlihat lebih dari yang terlihat, hal-hal yang sifatnya nyata lebih dari yang dipahami, dan hal-hal yang tidak diketahui lebih dari yang dikenal di dunia ini. Manusia mencoba memahami keabadian, seolah-olah dia telah memahami dan tahu betul tentang Alam yang Fana ini, Janganlah kita di sesatkan dengan Technology kepandaian manusia yang sudah bisa mencapai Bulan dan planet,menciptakan Computer,Ponsel,Robot,membuat mesin pembunuh masal (Nuklir),dll.ini hanya sebagian kecil saja dari kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Tunggal.

    Upaya dalam memahami keabadian terjadi dalam dua bidang yang berbeda tetapi tetap pada satu Kekalan,yaitu hanya Allah Swt Yang Maha Segalanya. Salah satunya adalah, keabadian illahi dan keabadian di akhirat. Seperti tersebut dalam Al-Qur’an:

    Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya
    (QS:Abaqarah-25)

    Ada perbedaan penting, yang tidak boleh diabaikan antara kedua. Ketika keabadian di akhirat disebutkan, konsep ruang dan waktu, Sebuah Kehidupan tanpa henti, tak terbatas, abadi, dan bebas itu adalah kekal. Dan tidak ada kekuatan untuk mengharapkan pikiran manusia bisa menyamai dalam hal ini.Kekuatan technology hanya sebagian kecil Ilmu yang di berikan pada manusia .Allah memberikan kepandaian dan kelebihan  supaya manusia bisa memahami dan mengerti tentang siapa dirinya dan kemana akhirnya harus kembali.
    Demikian sekiranya bisa menjadi masukan kepada kita,dan mengerti posisi kita dan menjauhkan diri dari kesombongan,karena kita bukan apa-apa,dan kita hanyalah Hamba yang seharusnya taat dan patuh terhadapNya.
    Di tulis Oleh :


    Translate to : by

    postingan ini berkategori ARTIKEL dengan judul Manusia dan Keabadian . Jangan lupa menyertakan URL http://joyodrono-cahmabung.blogspot.com/2011/09/manusia-dan-keabadian.html . Jika ingin memposting ulang . Terima kasih!

    3 komentar untuk " Manusia dan Keabadian "

    ASAZ mengatakan...

    ok gan setuju gan alam tidak ada yang abadi kunjungi balik ya

    Oketrik mengatakan...

    benar, tidak ada yang abadi. keabadian hanya milik Allah SWT

    Muh Akbar Ilyas mengatakan...

    postingan yang bagus.... tidak ada yang dapat abadi kecuali Allah.... kunjungan s0ore teman

    On Facebook

    Pengikut

    On Twitter

    News Google