• Puisi
  • TV Online
  • Radio online
  • Live score Bola
  • Film
  • Games
  • Tukar Link
  •  joyodrono
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Memilih jalan Tobat

    Memilih jalan Tobat
    Saat itu belum begitu siang,tapi udara begitu menyengat. Juanx terlihat mengangguk-angguk saat keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Nganjuk . Hari ini dia di bebaskan dari status narapidana setelah enam tahun merasakan hidup di dalam tahanan. Sengaja Juanx tidak memberi kabar pada istrinya Santi kalau hari ini dirinya bebas,hanya karena tidak ingin merepotkan istrinya yang mengasuh anaknya yang masih kecil semenjak di tinggalkannya dalam Tahanan.

    Gambaran dalam benak Juanx setelah menerima surat bebas adalah menuju tempat kelahirannya, dan memberi surprise pada istri yang di cintainya.Imaginasi scenario dalam pikirannya menggambarkan Santi kaget melihat kepulangannya.Kemudian merangkul dan memeluknya erat-erat karena beban rindunya. Juanx juga memeluk erat dan menciumi Fathir,anak lelakinya yang umurnya baru menginjak enam tahun dengan penuh rasa rindu,Itulah rencananya ketika bebas.


    “Jika bebas aku akan memulai hidup dengan jalan yang baru. Jalan yang benar,bukan jalan yang celaka,” Itu yang di ucapkan Juanx saat Santi menjenguk dirinya dalam lempaga pemasyarakatan.
    Dan Santipun hanya bisa menangis terisak. Bagi Santi, Janji suaminya yang tidak akan kembali menjadi pencuri sudah cukup membuatnya hatinya tenang. Keinginan Santi mengajak suaminya bekerja secara halal memang selalu di harapkan dari jauh sebelum Juanx masuk Tahanan.
    “Mas…aku slalu berdoa secepat mungkin Mas Juanx bisa bebas. Kita sama-sama, memulai hidup dengan jalan yang baru.”Bel jam besuk di Lembaga pemasyarakatan membatasi pertemuan mereka.Dengan senyuman Juanx melepas genggaman tangan Santi.“Santi .!.., tidak lama lagi aku bebas,”  hati Juanx berdetak keras.

    *

    Ketika Juanx sedang melewati Gapura pintu  lem­baga pemasyarakatan, Juanx disalami  ken­ceng oleh Pak Joyo, sipir yang selalu memberikan masukan-masukan yang positip pada dirinya.
    “Selamat ya  Mas. Jamgan sampai kangen kembali ke sini lagi.”Juanx tersenyum mendengar kalimat Pak Joyo. Memang tidak sedikit narapidana yang keluar masuk Tahanan karena tindakan criminal pencurian.

    “Nggih Pak, Insya Allah. Nyuwun pangestu,” Ujar Juanx dengan bahasa jawanya.Keluar dari Pintu gerbang Juanx memperhatikan dan mencari Bis yang menuju ke Terminal Kediri.Rencananya dari terminal langsung oper Bis yang menuju tanah kelahirannya di Blitar. Tapi baru saja mau memanggil bis tiba - tiba ,  “Mas Juanx…Mas Juanx,” Teriak kumpulan anak remaja yang memanggilnya. Juanx tidak lupa dengan mereka, dulunya mereka semua adalah anak buahnya semasa dirinya menjadi Ketua komplotan Genk Motor .“Gimana kabarnya ,semua baik-baik kan?” Tanya Juanx sambil menyalami mereka satu persatu. Semuanya tersenyum menyalami bekas pimpinannya itu.

    “Semua anggota kita baik mas,kita mendengar hari ini mas Juanx bebas.Jadi kami ditugaskan menjemput Mas Juanx.Dan kita juga sudah mempersiapkan pesta penyembutannya,sedangkan si Doggy juga sudah memesan villa khusus buat acara pesta mas..”. Cerita Misbach sembari mengajak Juanx masuk dalam mobil avanza yang sudah menunggu. Juanx hanya tersenyum mendengar ceritanya Misbach. Tapi hatinya terketuk,ternyata selama ini mereka masih menghormati dirinya.” Apa mereka semua masih bergelut di Dunia hitam?...yang jelas Aku akan mengatakan pada mereka kalau aku sudah Tobat”.pertanyaan dalm benaknya.

    Avanza putih melaju kencang meninggalkan Lembaga pemasyarakatan,menuju ke utara jalanan yang di hiasai Suasana pegunungan yang terkenal membuat miris hati bagi yang
    melewatinya.Iwan dan Misbach tidak bercerita banyak tentang situasi daerah yang di tujunya.”Nanti Iwan yang cerita semuanya,yang jelas kita tidak lagi jambret juga jadi geng motor,resikonya berat.”ujar Misbach.Juanx terlihat senang mendengarnya,kalau teman-temannya juga sudah menemukan jalan yang baru dan terang.cuma saja Juanx masih belum bisa mengerti apa yang di jalani Misbach dan Iwan sekarang.Sepertinya masih di rahasiakan.Sampailah avanza putih di depan sebuah villa di pinggiran sebuah bukit yang indah sekali pemandangannya,Villa itu tidak begitu besar tetapi memiliki bentuk arsitek yang yang bagus sekali.Didepan Villa terlihat Bejo,Amir,berikut enam cewek ABG yang sengaja menyambut kedatangan Juanx,mantan ketua Gank motor yang tidak segan juga menjadi pembunuh bayaran jika memang ada yang membutuhkan.

    “Selamat dating Mas Juanx. Kami menunggu kehadirannya,” Amir mengawali ucapann sambil merangkul Juanx masuk ke dalam villa. Juanx dipersilahkan menempati sofa yang istimewa,Kemudian Amir memberikan isyarat pada ke Enam Cewek ABG menuangkan berbagai minuman kepada Juanx.Amir juga member isyarat kepada seorang temannya untuk mengambilkan sebuah koper.Kemudian Koper itu di buka di depan Juanx,yang berisikan bendelan uang ratusan yang masih bersegelkan Bank Indonesia “Ini bagian Mas Juanx yang dulu,sengaja kami menyiapkannya sewaktu-waktu Mas Juanx bebas kami menyerahkannya”.

    Iwan kemudian bercerita,kalau sebagian uangnya di putarkan untuk bisnis.Bisnisnya yaitu menjual Narkotika dan obat terlarang,menurut Iwan bisnis ini cepat menguntungkan bahkan sudah berkembang pada usaha Prostitusi dan perjudian . “ Kalau Mas Juanx mau,Silahkan mas yang memimpin kami.sedangkan saya cukup sebagai wakilnya.selain uang yang ada di koper ini,kami juga akan memberikan uang jasa,karena di pengadilan dulu Mas berani mengakuinya sendiri tanpa melibatkan kami”.

    Banyak sekali cerita Iwan yang berhubungan dengan organisasi yang di jalankan sekarang.menurutnya sindikat ini sulit untuk di jangkau,karena rapi dalam operasinya.Bahkan Iwan juga menyebut salah satu nama aparat yang masuk dan terlibat dalam jaringannya.Namun Juanx hanya gelengkan kepala.Dia juga tidak mau menerima uang itu,karena dalam hatinya sudah berjanji pada istri tercintanya untuk bertobat.Dia juga mengajak Iwan dan komplotannya untuk sama-sama bertobat.

    “ Kita sudah terlalu lama merugikan masyarakat,jangan di tambah lagi.Tapi jika memang itu pilihan kalian,yah…silahkan.yang pasti aku sudah niat,aku mau pulang ke desaku,biarpun sebagai tuakng las bagiku itu mungkin lebih baik,atau bahkan menjadi petani.Aku ingin ketenangan,kedamaian bukan kesenangan “.Iwan hanya tersenyum sinis.Berkatalah ia “ mau tidak mau Mas Juanx harus bergabung denganku ! Karena aku sudah cerita semuanya tentang sindikat ini dengan sampean,aku tidak mau rahasia ini bocor.Keputusannya adalah harus mau ,jika tidak….Pistol ini akan pecahkan kepalamu !” dengan secepatnya Iwan merogoh pistol dan menodongkan tepat di kepala Juanx.

    Tekad Juanx sudah bulat,tidak sedikitpun dia miris di todong pistol.Iwan menarik pelatuk pistolnya,bersamaan dengan meletusnya pistol ,Cewek ABG yang tadi menuangkan minuman menendang tangan Iwan.Dan dari luar villa terdengar megaphone yang ternyata tempat itu sudah di kepung polisi.Nampaknya Iwan berikut anak buahnya berusaha melawan,pistol yang terlepas dari tangannya di raihnya kembali.dengan spontan dia tembakkan ke dada Juanx.Juanxpun tersungkur bersimbah darah.

    Pihak polisi yang mengetahui langsung menembak Iwan yang berusaha lari,dan tewas seketika itu juga.tembak menembak berakhir setelah Sindikat Iwan tersisa satu orang dan menyatakan menyerah.Komandan polisi memerintahkan anak buahya untuk memeriksa semua korban baku tembak.” Lapor Pak !,diantara korban masih ada yang bernafas,” ucapnya.” Segera bawa ke rumah sakit !” jawab komandan .Kemudian anggota polisi lain membopong korban yang masih hidup yaitu Juanx,kedalam mobil polisi.Komandan itupun masuk satu mobil dengan Juanx.” Kamu masih ingat saya Juanx ?...” kata Komandan ,Jaanxpun memandang Komandan itu tanpa bicara apapun. ” Setelah kamu saya tangkap dulu,daerah sini sudah aman dari kegiatan dan kejadian yang merugikan masyarakat.Hampir Enam tahun sudah.Tapi akhir-akhir ini pihak kepolisian mencium adanya sindikat yang beroperasi di daerah Jombang ini.Tekadmu bagus ,aku mendengar semua dialogmu dengan kelompoknya Iwan tadi.Terima kasih Juanx,secara tidak langsung kamu telah membantu pihak kami.Sindikat Iwan sudah kami incar dua bulan terakhir ini,hingga malam ini kami bisa membekuknya “.

    Satu minggu Juanx dalam perawatan di RSUD Jombang atas luka tembak di dadanya.” Suster,kapan saya boleh pulang ? “ Tanya Juanx pada suster yang memeriksa tensi darahnya.” Besuk pagi sudah boleh pulang “ jawab suster.

    **
    “Santi !,Bagas !,” teriak Juanx di depan pagar rumahnya.” Mas Juanx !...,kenapa nggak ngabarin mas?..” Tanya Santi . “ Ceritanya panjang,Bagas Sini ! “sela Juanx memotong pertanyaan Santi.Kemudian Bagas di gendong masuk rumah, di ikuti santi yang dari tadi seperti tidak mau melepaskan  pegangan lengan Juanx.Sayup terdengar suara Radio yang mengalunkan lagu Kebesaranmu,mengiringi indahnya suasana hati keluarga Juanx.

    Happy Bloging


    Di tulis Oleh :


    Translate to : by

    postingan ini berkategori CERPEN dengan judul Memilih jalan Tobat . Jangan lupa menyertakan URL http://joyodrono-cahmabung.blogspot.com/2012/05/memilih-jalan-tobat.html . Jika ingin memposting ulang . Terima kasih!

    Belum ada komentar untuk " Memilih jalan Tobat "

    On Facebook

    Pengikut

    On Twitter

    News Google