• Puisi
  • TV Online
  • Radio online
  • Live score Bola
  • Film
  • Games
  • Tukar Link
  •  joyodrono
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Naskah Drama Matahari setengah mati

    Drama ini menceritakan Kedamaian keluarga pada daerah yang terpencil.Hari-hari dalam rutinitas kehidupannya erat sekali dengan Alam,Namun sesuatu sebab terjadilah konflik pada keluarga itu.Bagaimana Dialog dari Drama Matahari Setengah Mati ?,silahkan di simak selanjutnya.


    DRAMATIC PERSONAE

    MBOK :Ibu dari lima anak
    KARDI :anak pertama
    PARTO :anak kedua
    WARTI :anak ketiga
    SUWAJI :anak keempat
    NARKO :anak kelima
    HARDJO :tetangga


    DI SEBUAH DESA YANG SANGAT TERPENCIL DAN TERPINGGIRKAN DARI DERU DAN HIRUK PIKUKNYA PEMBANGUNAN, SEPERTI TERASING. ADA KELUARGA SEDERHANA, KELUARGA PETANI SAHAJA, TIDAK PERNAH NEKO-NEKO. TENTRAM, DAMAI POKOKNYA NYAMAN. TETAPI SUATU KETIKA MUNCUL PERMASALAHAN-PERMASALAHAN DI KELUARGA TERSEBUT YANG MENGAKIBATKAN HUBUNGAN ANTAR ANGGOTA KELUARGA MENJADI TIDAK HARMONIS LAGI.

    BABAK I

    DI SERAMBI RUMAH, ALUNAN MUSIK GAMBARAN PEDESAAN LEMBUT MENYAPA. LAMPU MULAI PADAM. PARTO BARU PULANG DARI SAWAH

    PARTO
    Kok masih sepi, pada kemana ya? Apa belum pulang?

    (seperti bertanya pada diri sendiri).

    Sudah seminggu lebih aku sendirian menggarap sawah, akhir-akhir ini Kang Kardi jadi pemalas, pekerjaannya hanya termenung, melmun, merenung, bahkan tidak pernah bisa diajak bicara apalagi bercengkeraman. Kang Kardi selalu membisu, tak pernah mau ngomong, tak pernah mau bicara, tak pernah berkata-kata, bisu, seakan kelu dalam otaknya

    (terdiam).

    Apakah selamanya akan seperti ini bisu dan beku, mati. Aku sendiri semakin bingung, panenan yang jeblok, sedang harga untuk obat selangit apalagi untuk pupuk sudah tak masuk di akal

    DIAM KELUARKAN BUNGKUSAN DARI KANTONG, MELINTING TEMBAKAU LALU MENYULUTNYA. NARKO PULANG SEKOLAH, TERGOPOH-GOPOH MENUTUPI MUKANYA
    PARTO
    Hei Ko, Narko kesini!

    NARKO
    Ya, Kang

    PARTO
    Kenapa wajahmu?

    NARKO
    E, eh tidak apa-apa Kang. Cuma aku tadi terjatuh

    PARTO
    Terjatuh, dimana?

    NARKO
    Di dekat pasar, Kang

    PARTO
    Kok bisa, coba kulihat!

    NARKO
    Iya Kang

    PARTO
    Tapi kalau seperti ini, terjatuh ya tidak mungkin

    NARKO
    Iya Kang

    SPONTAN

    PARTO
    Apa? Iya. Jadi kamu tidak jatuh, tapi dipukuli orang begitu!

    NARKO
    Tidak kok Kang. Tidak apa-apa

    PARTO
    Tidak, tidak apa-apa! Tidak apa-apa, kok bisa bengep kayak abis dipukuli. Kamu berantem, ya?

    NARKO
    Eendak kok Kang

    PARTO
    Endak apa enggak!

    NARKO
    Enggak

    PARTO
    Endak apa enggak!

    NARKO
    Enggak

    PARTO
    Endak apa enggak!

    NARKO
    Enggak

    PARTO
    Endak apa enggak!

    NARKO
    Tidak kok, tidak, tapi….

    PARTO
    Tapi, apa?

    NARKO
    Tidak apa-apa

    PARTO
    Sudahlah, jangan bohong, kamu kan sudah diajari tentang kejujuran, dan kamu tahu pasti apa, arti, dan maknanya. Jujur saja, tadi berantem kan?

    NARKO
    Ya Kang habis aku tidak tahan. Aku diolok-olok, diejek, aku dibilang adiknya orang gila, adiknya orang sinting, edan. Ya, langsung tak kasih ini


    (menunjukkan kepalan tangan).

    Terus aku dikeroyok lima orang, permainannya jadi tak imbang, ya aku kalah Kang

    PARTO
    Apa? Permainan, berkelahi kamu bilang permainan

    (diam berfikir).

    Ya ini yang sering menyebabkan kerusuhan, kekacauan, keributan dan perang disana-sini. Ya gara-gara segelintir orang yang tidak dapat menahan dan mengendalikan emosi dan nafsunya. Kamu mengerti kan!

    (diam).

    Sudah-sudah, begitu kok mau bohong. Itu, mukamu yang besem-besem biru, diapai gitu supaya tidak kentara, biar simbok tidak kaget dan tidak mikir yang macem-macem. Sudah, masuk sana, ganti baju tuh kotor semua

    NARKO
    Ya Kang, terima kasih

    KELUAR

    PARTO
    Hei, Ko…sekalian ambilkan aku air, haus nih! Satu belum kelar, belum tuntas, satu lagi menyusul bikin tambah puyeng saja

    GELENG-GELENG KEPALA. SETELAH BEBERAPA SAAT KEMUDIAN KARDI MASUK NEMBANG, TANPA MENGHIRAUKAN ADIKNYA. PARTO MELIHAT SEPERTI TIDAK PERCAYA

    (Wirangrong, Centhini)
    Ya taw au sira nuli
    Sung branta lampahnya alon
    Ngambah jurang sengkang siluk-siluk
    Yen tinon atrebis
    Marga rumpil arampal
    Pun arang kambah ing janmi

    (Surajiwandana)
    Sadangune, ngupaya gunung-gunung
    Alas-alas, kawur sru ngongkrah-angkreh
    Asayah ka, saputing dalu magyuh
    Rikang tyas mepu denya ngulati we

    (Maduretno)
    Samarga-marga, prameswari Mandraka
    Asambat-sambat, dhuh Gustiningsun aja
    Atinggal munggah, maring aribawana
    Entenana ing bukur pangarib-arib

    PARTO
    Kang, apa yang sebenarnya Kang Kardi pikirkan, berhari-hari hanya diam saja. Kalau hanya diam kami, aku, simbok, dan adek-adekmu yang lainnya. Ya, tidak tahu apa yang dipikirkan Kakang. Kalau seperti itu semua juga bingung, kalau Kang Kardi bingung, jangan bikin yang lain juga bingung

    (diam)

    Mungkin Kang Kardi memikirkan hasil panen kemarin yang jeblok dan ajur-ajuran. Atau mungkin mikir simbok yang sering sakit-sakitan. A..pa Kankang memikirkan Warti yang mulai jadi seperti orang tidak waras. Seperti orang tidak waras, jadi stress, gila, edan. Tidak, Warti tidak gila

    (seperti tidak percaya).

    Warti tidak gila. Warti tidak stress, Warti tidak edan, tidak!!, Tidak!! Dia waras

    (merenung)

    Atau Kang Kardi ingin kawin, mau menikah maksudku. Menikah dengan apa, Kang. Eh, dengan apa, menikah dengan siapa maksudku, mungkin nanti kita bisa bareng-bareng ke sana untuk melamarkannya. Tapi siapa Kang. Ngomong dong

    (jengkel, marah, semakin tidak sabar menghadapi Kardi)

    Kang Kardi, ngomong dong, kalau begini terus semua akan jadi

    suara meninggi, menghardik. Narko masuk, bingung melihat apa yang sedang terjadi

    PARTO
    Hei Kardi kau, kau…!?

    EMOSINYA MEMUNCAK, SUARANYA TERHENTI, MENDATANGI KARDI HENDAK MEMUKUL, NARTO MELERAI

    NARKO
    Kang, Kang Parto eling Kang, sadar.

    PARTO
    Heeh!!

    NARKO
    Sudahlah Kang, itu Kang Kardi, dia kan Kakang kita. Minum dulu

    PARTO
    Ya, aku tahu!!

    Kardi meninggalkan panggung tetap dengan acuh dan membisu. Narto dan Parto tetap bingung. dan timbul pertanyaanya di benaknya ada apa dengan Kakangnya itu.

    NARKO
    Ah!? Setan mana yang tadi dating?

    BERTANYA PADA DIRI SENDIRI

    PARTO
    Setan, setan gundulmu. Ada orang marah dibawa-bawa. Kamu ini!

    NARKO
    Kang Parto tadi kan hamper terbujuk rayuan setan

    PARTO
    Setan, setan, kamu ini seperti da’I saja. Setannya tadi lho diam saja, dia tidak berbuat apa-apa. Manusia yang berantem, setan yang jadi kambing hitam dan harus bertanggungjawab. Kasihan, kasihan kau setan.

    NARKO
    Ya. Tapi setan tak kan pernah berhenti untuk menggoda dan membujuk manusia kan, Kang

    PARTO
    Ya, ya
    (diam)

    Narko, Narko sekarang ini, setan itu sudah tidak ada, yang ada sekarang ya manusia itu sendiri. Manusia kan gabungan sifat baik dan sifat buruk. Sifat baik itu malaikat sedang sifat buruk itu ya setan itu tadi. Jadi jangan selalu minta pertanggungjawaban setan dari apa yang telah diperbuat manusia. Setan itu tidak ada, yang ada malaikat penguji iman. Perlu kamu ketahui bahwa manusia itu adalah gabungan malaikat dan setan. Ya sifat baik dan buruk. Seperti kamu tadi berantem, yang salah siapa? Kamu sendiri kan! Kalau bukan kamu! Siapa? Setan. Ko, kamu tahu cerita Adam dan Hawa, ketika mereka dibuang dari surga, siapa penghuni setia surge yang selalu menemani mereka ke bumi. Siapa, setan kan. Bahkan sampai sekarang dia tetap menemani manusia. Itu kalau setan masih ada seperti yang kamu katakana tadi.
    NARKO
    Iya, ya

    (nyengir, malu)

    Kang, Kang??... Eh, Kang Parto!

    PARTO
    Ya, ada apa?

    NARKO
    Kang Parto tadak lapar.

    PARTO
    Ya, lapar, Kenapa?

    NARKO
    Aku juga lapar

    PARTO
    Ooo itu, ayo makan!
    Parto dan Narko meninggalkan panggung

    Bagaimana kelanjutan Dialognya,Silahkan aja Download :

    Matahari setengah mati Karya : A Rego Subagyo

    Semoga bermanfaat

    Di tulis Oleh :


    Translate to : by

    postingan ini berkategori NASKAH dengan judul Naskah Drama Matahari setengah mati . Jangan lupa menyertakan URL http://joyodrono-cahmabung.blogspot.com/2012/12/naskah-drama-matahari-setengah-mati.html . Jika ingin memposting ulang . Terima kasih!

    2 komentar untuk " Naskah Drama Matahari setengah mati "

    Sastra Ilalang-Kidung Gerimis mengatakan...

    Terima kasih telah mempublikasikan naskahku. sekali lagi terima kasih.

    A. Rego S. Ilalang (Agus Rego Subagyo)

    juanx criex mengatakan...

    ok mas rego.....saya sangat suka naskah anda ini

    On Facebook

    Pengikut

    On Twitter

    News Google